Menu

Mode Gelap

Advertorial

Upaya PGE Temukan Cadangan Gas Baru di Aceh Utara


 Upaya PGE Temukan Cadangan Gas Baru di Aceh Utara Perbesar

ACEH UTARA | Penjabat Bupati Aceh Utara Azwardi, mengapresiasi rencana kegiatan drilling (pengeboran) yang akan dilakukan oleh manajemen PT Pema Global Energi (PGE) di wilayah Kabupaten Aceh Utara untuk mencari cadangan minyak dan gas (Migas) baru.

Azwardi mengatakan kegiatan drilling dilakukan PT PGE satu titik di Kecamatan Baktiya dan dua titik di Kecamatan Syamtalira Aron.

“Mudah-mudahan pengeboran ini dapat menemukan cadangan gas alam, sehingga menjadi sinyal positif yang menggembirakan dan akan membangkitkan kembali zona Migas Aceh Utara,”katanya.

Azwardi mengatakan kegiatan survei seismic 3D yang telah dilakukan oleh PT PGE sejak awal Agustus 2022, telah mulai mendeteksi cadangan Migas baru di Aceh Utara.

Untuk itu akan dilakukan pengeboran dengan melibatkan para ahli atau engineer Migas.

“Pada Agustus kita bertemu untuk sosialisasi survei seismic, Alhamdulillah hari ini dilakukan sosialisasi pengeboran,“ujarnya.

Untuk itu, Azwardi berharap seluruh stakeholder terkait agar berkolaborasi untuk menyukseskan kegiatan pengeboran ini. Hal ini sangat penting, karena setiap kegiatan kita butuh kerjasama yang baik dan dibutuhkan dukungan semua pihak.

“Kita berharap jangan sampai ada konflik dalam masyarakat terkait rencana pengeboran ini. Untuk itu diminta agar proses sosialisasi dilakukan dengan baik, hal-hal apa saja yang akan dilakukan, dan memakan waktu berapa lama,”katanya.

Baca Juga  4 Sopir Arus Balik Positif Narkoba di Lhokseumawe

Azwardi meminta manajemen PT PGE tetap menperhatikan nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap kegiatannya di lapangan. “Anak-anak muda lokal banyak yanng hebat, yang cemerlang SDM-nya. Ini perlu kita perhatikan, untuk dipakai atau direkrut menjadi pekerja,” harapnya.

Dulu, lanjut Azwardi, Aceh Utara terkenal hebat dan berjaya dengan ditemukannya cadangan Migas dan dioperasikan pertama kali oleh perusahaan Mobil Oil. “Itu adalah masa lalu yang gemilang, hari ini kondisi kita tertatih-tatih,” ungkapnya.

Padahal, pembangunan ekonomi tentu saja memiliki multiflier effect terhadap masyarakat. Untuk itu, kita tidak boleh lalai lagi dengan kondisi yang ada, kita harus menyiapkan SDM anak-anak muda Aceh Utara, harus disiapkan sejak dini agar mereka mampu berkiprah di lapangan Migas.

Dikatakan, Pemda Aceh Utara saat ini konsen mempersiapkan grand design pendidikan Aceh Utara, mulai dari pendidikan dasar hingga SLTA. “Kita belum memiliki sekolah unggul yang hebat, ini harus kita siapkan dan kita wujudkan.”katanya.

Untuk itu, Azwardi mengajak manajemen PT PGE turut terlibat dalam meningkatkan SDM anak-anak generasi muda Aceh Utara. Jika nantinya ditemukan cadangan Migas baru, tentu akan menjadi pembuka jalan bagi peningkatan ekonomi daerah yang akan bermanfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Integrasikan Data Subsidi

“Kami Pemda siap mem-back up bersama Forkopimda. Jika ada masalah di lapangan agar segera dicari solusi dan tingkatkan komunikasi untuk segera diselesaikan,” harap Azwardi.

Direktur Utama PT PGE Teuku Muda Ariaman sebelumnya melaporkan bahwa kegiatan survei seismic sudah berlangsung dengan baik.

“Alhamdulillah lancar, sesuai dengan arahan Pak Pj Bupati, terimakasih kepada Pak Pj Bupati atas dukungan terhadap kegiatan PT PGE,” ungkap Ariaman.

Arisman menyebutkan terdapat tiga titik lokasi rencanan pengeboran. Masing-masing satu titik di Kecamatan Baktiya dan dua titik di Syamtalira Aron. “Ketiga titik ini dulu tahun 1974 sudah pernah dilakukan drilling oleh perusahaan Mobil Oil, titik ini yang kita coba kerjakan kembali karena berdasarkan hasil seismic terdeteksi cadangan Migas,” kata Ariaman.

Pekerjaan drilling, kata dia, akan dimulai pada Minggu terakhir Desember 2022, dan diperkirakan akan selesai pada Juli 2023. Pekerjaan diawali dengan penyiapan lahan, penyiapan akses jalan yang bisa masuk peralatan berat, serta mobilisasi peralatan.

“Peralatan berat dibawa dari Cilegon diangkut lewat laut ke pelabuhan Krueng Geukueh dan dilanjutkan melalui jalan darat,” jelasnya.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Group Raih Proper Emas

Untuk pekerjaan drilling dibutuhkan waktu sekitar 42 hari pada setiap sumur. Sedangkan spesifikasi pengeboran sama di setiap sumur, yakni dengan kedalaman sekitar 7000 ft.

Sementara tenaga kerja yang terlibat langsung berjumlah 48 orang tenaga skill, ditambah dengan 42 orang non skill. Untuk menangani pekerjaan tersebut manajemen PT PGE telah mengkontrakkan kepada PT Bina Mitra Artha (BMA) yang dinilai sangat kompeten dan berpengalaman dengan pekerjaan drilling Migas.

“Tentu nanti akan ada juga perusahaan-perusahaan lokal yang ikut terlibat. Mohon arahannya Pak Bupati agar kegiatan ini berjalan baik, kita butuh dukungan,” pinta Ariaman.

Anggota DPRK Aceh Utara Azali Fuadi memandang positif dengan dimulainya pekerjaan drilling untuk menjejak cadangan baru Migas di Aceh Utara. “Mudah-mudahan bisa jadi kebangkitan kembali Migas Aceh Utara,” ungkap Azali Fuadi dalam sosialisasi itu.

|DIMAS

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Sentralisasi Pemasaran Dorong Peningkatan Kinerja Pupuk Indonesia

9 January 2023 - 16:35

PIM Peroleh Proper Hijau

8 January 2023 - 15:44

Pupuk Indonesia Group Raih Proper Emas

30 December 2022 - 17:53

1.013 Distributor, Pupuk Indonesia Siap Salurkan Alokasi Pupuk 2023

16 December 2022 - 16:56

Transpormasi Pupuk Indonesia Kunci Pertahankan Industry Leader IQA 2022

14 December 2022 - 14:47

123 Ribu Anak Aceh Utara Wajib Imunisasi Polio

8 December 2022 - 14:45

Trending di Advertorial